Beranda › Artikel › Apa Itu Pipe Joint System dan Cara Kerjanya

Apa Itu Pipe Joint System dan Cara Kerjanya

Edukasi & Teknis · Pipe Joint System by TAP · Dasar & Cara Kerja
Apa Itu Pipe Joint System dan Cara Kerjanya

Ringkasan cepat

Pipe joint system adalah rangka modular dari pipa logam berlapis diameter 28 mm yang disambung memakai metal joint berbaut M6, bukan dilas, sehingga bisa dibongkar dan diubah ulang menjadi flow rack, trolley, atau meja kerja. Sistem ini juga disebut lean tube system dan menjadi tulang punggung material handling di pabrik lean.

Pengertian pipe joint system

Pipe joint system adalah cara membangun rak dan alat bantu produksi dari dua bahan utama: pipa logam berlapis berdiameter 28 mm sebagai rangka, dan metal joint sebagai sambungan yang dijepitkan ke pipa dengan baut M6. Tidak ada pengelasan sama sekali. Karena setiap sambungan hanya dibaut, rangka yang sudah jadi dapat dibongkar, digeser, dan dirakit ulang kapan saja tanpa merusak materialnya.

Di dunia industri, sistem ini juga dikenal dengan nama lean tube system atau sistem pipa dan joint. Ia lahir dari lantai produksi otomotif Jepang, tempat kebutuhan mengubah tata letak lini secara terus-menerus bertemu dengan kebutuhan material handling yang ringan, aman, dan murah. Hari ini, pipe joint system dipakai luas di pabrik otomotif, elektronik, makanan, farmasi, dan logistik di seluruh dunia, termasuk di kawasan industri Indonesia.

Tiga komponen inti

Seluruh rakitan dibangun dari tiga keluarga komponen yang saling mengunci. Pertama, pipa coated Ø28 mm: inti baja yang dibentuk lalu dilapisi plastik (umumnya berwarna ivory), panjang standar 4000 mm, tersedia dalam beberapa ketebalan dari 0,8 hingga 2,0 mm. Lapisan plastik membuatnya tahan gores, tidak berkarat, dan nyaman disentuh operator.

Kedua, metal joint dari baja (seri WJ): konektor yang menjepit pipa dengan baut M6 untuk membentuk sambungan silang, T, pojok, lurus, paralel, hingga sudut yang bisa disetel. Ketiga, roller placon dan aksesori seperti divider, stopper, caster, dan adjuster, yang mengubah rangka diam menjadi jalur aliran barang bertenaga gravitasi.

Bagaimana cara kerjanya

Prinsipnya sangat sederhana. Pipa dipotong sesuai ukuran, lalu disambung di titik-titik pertemuan memakai metal joint yang dibaut. Untuk membuat rak biasa, pipa disusun membentuk kerangka kotak. Untuk membuat jalur aliran barang seperti flow rack, roller placon dipasang pada rangka yang dimiringkan sedikit (biasanya 2,5 derajat), sehingga karton meluncur sendiri ke depan karena gravitasi dan berhenti rapi di stopper.

Karena tidak ada las, seluruh pekerjaan bisa dilakukan dengan alat sederhana: pipe cutter untuk memotong dan kunci untuk mengencangkan baut. Artinya, operator di lini bisa merakit dan memodifikasi sendiri tanpa menunggu tukang las atau bengkel fabrikasi.

Kenapa pabrik memakainya

Alasan utamanya adalah fleksibilitas. Lini produksi yang sehat selalu berubah: posisi part digeser, jumlah lane ditambah, tinggi meja disesuaikan. Dengan rak yang dilas, setiap perubahan berarti memotong, mengelas, dan mengecat ulang. Dengan pipe joint system, perubahan yang sama dilakukan dalam hitungan menit, dan material lama dipakai kembali. Inilah yang membuatnya menjadi alat penting dalam lean manufacturing dan kaizen.

Alasan kedua adalah ergonomi dan kebersihan. Rangka ringan mudah diatur mengikuti jangkauan tangan operator, sementara permukaan plastik yang halus tidak berkarat dan tidak tajam, aman di area padat orang. Untuk lini elektronik, tersedia pula varian anti statis (ESD).

Apa saja yang bisa dibuat

Dari komponen yang sama, pabrik membuat flow rack gravitasi, trolley, workstation, dan alat karakuri kaizen. Sebuah flow rack bisa dibongkar dan sebagian materialnya dipakai ulang untuk membuat trolley saat kebutuhan berubah — sesuatu yang mustahil dilakukan pada rak las. Untuk mulai mengenal materialnya, lihat halaman komponen dan sparepart serta spesifikasi teknis.

Singkatnya, pipe joint system adalah sistem rak yang hidup: ia tumbuh dan berubah mengikuti kebutuhan lini, bukan menjadi beban tetap yang sulit diubah. Itulah mengapa ia menjadi pilihan pabrik yang serius menjalankan perbaikan berkelanjutan.

Kapan tepat memakainya (dan kapan tidak)

Pipe joint system paling tepat untuk menangani barang ringan sampai sedang yang diambil dengan tangan: karton part, bin komponen, tray, dan tote. Ia unggul di area yang sering berubah seperti sisi lini perakitan, area kanban dan supermarket produksi, workstation, trolley material handling, dan flow rack picking. Di tempat-tempat ini, kemampuan merombak tata letak dengan cepat jauh lebih berharga daripada kemampuan menahan beban sangat berat.

Sebaliknya, untuk menyimpan palet berton-ton secara statis, rak palet gudang yang dirancang khusus tetap lebih sesuai. Pipe joint system tidak dimaksudkan menggantikan rak palet berat; keduanya menyelesaikan masalah berbeda. Memahami batas ini penting agar Anda memakai alat yang tepat untuk tiap kebutuhan dan tidak memaksakan satu sistem untuk semua hal.

Pertanyaan sederhana untuk menentukan kecocokan: apakah barangnya diangkat tangan, dan apakah tata letaknya mungkin berubah dalam setahun ke depan? Bila kedua jawabannya ya, pipe joint system kemungkinan besar pilihan yang tepat dan ekonomis dalam jangka panjang.

Pertanyaan Umum

Hal yang sering ditanyakan

Apa itu pipe joint system?

Pipe joint system adalah rangka modular dari pipa logam berlapis diameter 28 mm yang disambung dengan metal joint berbaut, bukan dilas, sehingga rakitannya bisa dibongkar dan diubah ulang menjadi flow rack, trolley, atau meja kerja. Sistem ini juga disebut lean tube system.

Apakah pipe joint system sama dengan lean tube system?

Ya, keduanya merujuk pada hal yang sama: sistem rak dari pipa Ø28 mm dan metal joint berbaut tanpa las, yang dipakai untuk material handling di pabrik lean.

Apakah perlu mengelas untuk merakitnya?

Tidak. Seluruh sambungan hanya dibaut dengan baut M6, sehingga perakitan dan modifikasi cukup memakai pipe cutter dan kunci, tanpa pengelasan.

Baca Juga

Artikel terkait

Pengunjung situs
●—Sedang online
📅—Hari ini
Σ—Total pengunjung